Sunday, 18 June 2017

Merancang Design Pembelajaran


Berhubung Gdrive gagal terus ngunduh data, baik saya posting di sini saja.
Belajar bagamana caranya belajar. Demikian materi yang diterima pada minggu ke-5 materikulasi IIP kali ini. Ini materi yang luar biasa bagi saya. Melalui materi dan NHW #5 ini saya diajak untuk merevolusi cara belajar saya selama ini. Saya juga disadarkan bahwa proses belajar selama ini tidak lebih hanya sekedar proses mengumpulkan informasi secara membabi buta. Sehingga yang terjadi kemudian adalah tsunami informasi. Banyak, namun kurang bermanfaat.
NHW #5 ini benar-benar menantang bagi saya. Saya diajak untuk merancang sendiri design pembelajaran yang ‘gue banget’. Yakni, design pembelajaran yang benar-benar bisa membuat saya menikmati proses belajarnya, namun tetap mampu memberikan hasil yang maksimal nantinya. Ini sebuah tantangan besar bagi saya. Sebab, sebelum menerima tugas ini saya sama sekali buta dengan apa itu design pembelajaran. Bagaimana cara menyusunnya? Apa saja yang saya butuhkan untuk menyusun design pembelajaran? Poin-poin apa yang harus saya masukkan dalam design pembelajaran tersebut?
Setelah mencari informasi sana sini? Searching juga diinternet dan membaca kembali pelan-pelan materi pekan ke-5 ini, akhirnya saya mencoba merancang desain pembelajaran  berbekal rumus 5W1H. Berikut adalah coretan mind mapping yang saya gunakan untuk merancang design pembelajaran.
Coretan Mind Mapping

Berbekal rumus 5W1H dan coretan mind mapping di atas, saya kemudian merumuskan bahwa design pembelajaran yang akan saya buat nantinya harus memenuhi beberapa poin di berikut ini, yaitu:
Template Design Pembelajaran
Judul
memuat informasi tentang bidang ilmu atau pun sub bidang ilmu yang akan dipelajari.
Tujuan
memuat informasi tentang untuk apa judul bidang ilmu ini perlu dipelajari
Deskripsi
memuat informasi tentang penggambaran ringkas terkait judul
Materi
Memuat informasi tentang materi-materi apa saja yang akan dipelajari dalam judul ini.
Target
Memuat informasi tentang hal-hal yang diingin dicapai selama dan setelah proses pembelajaran.
Anggaran Biaya
Memuat informasi tentang estimasi biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan proses belajar ini.
Durasi
Estimasi lamanya waktu belajar
Waktu pelaksanaan
Estimasi jam, tanggal, bulan dan tahun pelaksanaan
Metodologi pembelajaran
memuat informasi tentang metode pembelajaran yang akan digunakan nantinya.
Pemateri
memuat informasi tentang guru expert, mentor atau pengajar yang akan ditemui atau didatangkan untuk belajar
Sumber bahan ajar
Memuat informasi tentang sumber materi atau bahan ajar yang akan dipelajari nantinya.
 

Yeay...akhirnya, template untuk design pembelajaran kali ini berhasil ditemukan. Tinggal memasukkan dan membreakdown setiap sub bidang ilmu yang akan dipelajari ke dalam templat tersebut. Dan ini juga bukan hal yang mudah. Bagi saya ini bukan tugas main-main atau sekedar melepas kewajiban sebagai peserta matrikulasi IIP Batch #4. Ini adalah salah satu ikhtiar saya untuk merancang masa depan yang lebih baik. Jadi, saya tidak mau menyusun design pembelajaran yang asal jadi.
Jujur, hingga hari ini saya belum berhasil membuat design pembelajaran yang ‘gue banget’ untuk bidang ilmu yang sudah saya pilih. Sekalipun saya sudah menemukan template-nya. Namun, saya merasa untuk mengisi template tersebut saya masih butuh berbagai pertimbangan dan perenungan mendalam. Sehingga, design pembelajaran yang saya buat nanti benar-benar mampu membuat saya menikmati proses belajar.
So, untuk NHW #5 ini saya ngaku baru bisa mengumpulkan template design pembelajaran ini saja. Semoga bisa dimaklumi

Sunday, 28 May 2017

Seperti Melempar Bola Ke Dinding

Hidup ini seperti melempar bola ke dinding.” (Mak Eros dalam Sinetron Dunia Terbalik RCTI)
Kutipan di atas adalah salah satu dialog sarat makna yang saya suka dalam Sinetron Dunia Terbalik. Sebuah nasehat yang disampaikan oleh Mak Eros pada cucu-nya si Dedeh manis. Mak Eros mengingatkan pada cucunya itu bahwa hidup ini tak ubahnya seperti melepar bola ke dinding. Bola yang kita lempar akan kembali pada kita. Semakin keras kita melempar bola itu, maka akan semakin keras juga ia kembali pada kita.
Mak Eros dan Dedeh (credit: pictaram.com)
Setiap masalah, kebaikan atau apapun yang kita lemparkan pada orang lain suatu saat akan kembali pada kita. Semakin keras kita melemparkannya maka akan semakin keras juga ia kembali. Satu kebaikan yang kita lemparkan pada kehidupan orang lain akan kembali dalam bentuk kebaikan-kebaikan yang sama atau bahkan lebih dalam kehidupan kita. Demikian juga ketika kita melemparkan satu masalah dalam kehidupan orang lain, bersiaplah menerima lemparan masalah dalam kehidupan kita.
Ini bukan balas dendam, bukan juga karma. Namun, ini adalah sunnatullah yang berjalan secara alami dalam kehidupan ini. Para orang tua kita sudah mengamati, mengalami, mempelajari dan mengingat sunnatullah ini sepanjang usia mereka. Apa yang mereka ketahui, rasakan dan yakini tentang sunnatullah itulah yang kemudian hadir dalam bentuk nasehat-nasehat bijak yang disampaikannya pada kita anak cucunya. Namun terkadang kita abai dan cenderung menutup telinga dari nasehat-nasehat tersebut.
“Hidup itu seperti melempar bola ke dinding.”
Sebuah tamsil yang indah dan syarat makna. Mak Eros yang selalu tampil dengan wajah ucapan dan mimik waja serius seakan ingin mengingatkan kita agar berhati-hati dalam berucap, bersikap dan bertindak. Karena semua itu akan menjadi investasi dan semua akan kembali pada kita. Boleh jadi kita akan menerimanya di dunia, dan mungkin juga akan diterima di akhirat.
“Hidup ini seperti melempar bola ke dinding. Apa yang kamu lemparkan akan kembali pada dirimu”
Nasehat indah dari Mak Eros ini ngena banget dan sangat pantas untuk direnungkan. Boleh jadi, kebaikan yang kita terima saat ini adalah pantulan dari kebaikan-kebaikan yang kita lemparkan pada sesama. Demikian juga dengan masalah dan hal-hal buruk yang hadir dalam kehidupan kita hari ini tidak menutup kemungkinan itu semua merupakan pantulan dari masalah dan keburukan yang kita lemparkan pada kehidupan orang lain. Yah, hidup hidup ini sederhana, jika kita menginginkan selalu berada dalam atmosfer kebaikan maka lemparkanlah sebanyak-banyaknya kebaikan pada sesama. Jika tidak maka jangan salahkan takdir jika kemudian kita terperangkap pada atmosfer yang sebaliknya.
Ya, hidup ini sederhana tidak ubahnya seperti melempar bola ke dinding.

Friday, 19 May 2017

Menjemput Ilmu dengan Adab [NHW #1 MIIP Batch 4]

Barangsiapa menimba ilmu semata-mata ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya. Namun, barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan bermanfaat baginya.” (Tim Matrikulasi IIP)

Suatu kebahagiaan tersendiri bisa mengikuti program matrikulasi IIP Batch 4 ini. Dari awal saya sudah bisa merasakan bagaimana nikmatnya menyeruput ilmu dan berkumpul dengan ibu-ibu luar biasa dalam program matrikulasi batch #4. Saya pecinta ilmu. Menyeruput ilmu dan berkumpul dengan para pecinta ilmu adalah kenikmatan tersendiri bagi saya. Berada dalam sebuah komunitas yang di dalamnya membicarakan ide dan ilmu bagaikan bertamasya di taman-taman surga.

Namun tahukah Anda? Ternyata kecintaan saya pada ilmu, kegemaran saya menuntut ilmu dan kebagiaan saya berkumpul dengan para pecinta ilmu langsung mendapat sentilan pada materi 1 program matrikulasi ini.

Materi yang disampaikan pada minggu pertama program matrikulasi IIP Batch #4 ini adalah ‘Adab Menuntut Ilmu’. Kutipan di awal tulisan ini merupakan salah satu quote yang menampar hati kecil saya. Quote favorit yang langsung mencuri perhatian dan membuat saya berfikir dan kembali bertanya pada diri sendiri, apa sih tujuan saya mencari ilmu selama ini? Saya begitu senang mengikuti berbagai majlis ilmu dari dulu. Mencari ilmu adalah salah satu hobi yang menjadi candu bagi saya. Dari yang gratisan hingga berbayar, offline ataupun online, melalui lembaga formal hingga non formal pernah saya ikuti. Namun, dari semua itu seberapa banyak sih yang sudah benar-benar saya amalkan?

Masya Allah, saya benar-benar merasa ditampar bolak-balik. Apa yang saya harapkan dari kegemaran menuntut ilmu ini? Apakah hanya sekedar kebanggaan agar dikenal sebagai orang yang berilmu? Nauzubillah!


Adab Sebelum Ilmu, Haruskah?


Ya, haruskah menjemput ilmu dengan adab? Melalui materi 1 matrikulasi ini saya diingatkan pentingnya menjaga adab dalam menuntut ilmu. Memang sih, adab tidak menentukan banyak sedikitnya ilmu yang dapat kita serap dalam proses belajar. Akan tetapi, adab berpengaruh terhadap keberkahan ilmu tersebut bagi diri kita.

Adab dalam menuntut ilmu di sini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu adab terhadap diri sendiri, adab terhadap penyampai ilmu dan adab terhadap sumber ilmu. Salah satu hal yang menarik bagi saya adalah adab terhadap sumber ilmu. Di sini saya diingatkan untuk memperlakukan sumber ilmu dengan baik, meskipun sumber ilmu tersebut bukan mahluk hidup. Contohnya buku. Selama ini saya terbiasa meletakkan buku yang sedang saya pelajari di mana saja. Terkadang di meja bahkan di lantai. Padahal, salah satu adab terhadap sumber ilmu adalah tidak meletakkan atau memperlakukan sumber ilmu (buku) tersebut sembarangan.


Amal Sebagai Bukti Keberkahan Ilmu

Satu hal yang saya pahami dari materi ‘Adab Menuntut Ilmu’ ini adalah bukan banyaknya ilmu yang membuat kita mulia. Kemuliaan akan lahir dari setiap ilmu yang mampu diamalkan. Amal adalah buah ilmu yang tampak dan memberi manfaat bagi kehidupan. So, jangan bangga dengan banyaknya ilmu yang sudah dimiliki. Karena ilmu adalah amanah yang akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat. Akan tetapi berbahagialah ketika mampu mengamalkan setiap ilmu yang dimiliki. Karena di sanalah letak keberkahan ilmu. Setiap ilmu yang berhasil diamalkan akan membuka pintu-pintu ilmu yang lain. Sehingga, ilmu yang kita miliki akan semakin berkembang dan bermanfaat.


Nice Home Work #1 MIIP Batch 4

Akhirnya sampailah pada Nice Home Work (NHW) #1 Matrikulasi IIP Batch 4. Ada empat pertanyaan yang diajukan oleh Tim Fasilitator Matrikulasi IIP Batc 4 ini, meliputi: jurusan ilmu yang ditekuni, alasan memilih jurusan tersebut, strategi menuntut ilmu, dan perubahan sikap apa yang akan diperbaiki dalam menuntut ilmu tersebut.

Sejatinya, ada banyak bidang ilmu yang ingin saya kuasai. Basic saya pertanian dan sangat menyenangi ilmu bercocok tanam. Di lain sisi saya juga punya minat yang besar pada dunia literasi dan hobi internetan. Saya gemar membaca dan sangat senang menulis. Memiliki expert di bidang literasi adalah salah satu impian yang terus saya tanamkan sejak kecil hingga saat ini. Jadi, di sini saya memutuskan untuk menekuni jurusan ini ke depannya.

Alasannya? Banyak alasan kuat mengapa saya ingin menekuni dunia literasi, diantaranya:

1.      Membaca dan menulis adalah hobi saya.

2.      Saya tidak ahli berbicara, karenanya saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki pada orang lain melalui setiap karya tulis yang saya hasilkan.

3.      Salah satu doa yang selalu saya lantunkan adalah saya berharap Allah ridho menjadikan dunia literasi sebagai ladang dakwah dan maisyah bagi saya.

Adapun strategi menuntut ilmu yang saya terapkan diantaranya:

1.      Bergabung dalam komunitas menulis, saat ini masih komunitas menulis online.

2.      Mengikuti training menulis online dan offline.

3.      Mengikuti berbagai lomba menulis.

4.      Terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.

5.      Berlatih menulis 15 menit setiap hari.

Sikap menunjukkan seberapa baik adab kita dalam menuntut ilmu. Jadi, perubahan sikap merupakan hal yang mutlak dilakukan agar ilmu yang diperoleh berkah. Dan, berikut adalah lima perubahan sikap yang saya prioritaskan dalam menuntut ilmu:

1.      Tidak memperlakukan atau meletakkan sumber ilmu berupa buku sembarangan.

2.      Bertekad untuk meninggalkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.

3.      Fokus hanya mengikuti satu training menulis dalam satu waktu.

4.      Lebih terbuka dan berbesar hati menerima kritikan.

5.      Mempelajari ilmu hingga tuntas, tidak setengah-setengah.

Menuntut ilmu adalah sebuah ikhtiar panjang untuk terus memperbaiki diri. Tidak ada kata selesai untuk belajar. Sebagaimana Rasul Saw mengajarkan pada kita bahwa menuntut ilmu itu sepanjang hayat. Dari buaian hingga ke liang lahat. Karenanya, memperhatikan adab dalam menjemput ilmu menjadi landasan pacu kita dalam berlari menuntut ilmu. Agar ilmu yang diperoleh berkah dan memberi kebermanfaatan bagi diri, keluarga, lingkungan dan ummat. Baik di dunia maupun di akhirat kelak.


Tuesday, 25 April 2017

3 Kebiasaan Ini Ampuh Menurunkan Tagihan Listrik di Rumah


Beranda facebook awal bulan ini diramaikan oleh celotehan emak-emak yang kaget ketika mengetahui tagihan listrik mereka naik drastis dari biasanya. Ada yang mengaku tagihan listriknya naik mencapai dua kali lipat. Wow.. sangat fantastis. Emak-emak mana yang nggak akan ngomel kan? Hehe... 😜
Memang sih kenaikan tarif listrik belakangan ini dipicu oleh Tarif Dasar Listrik yang naik dan penghapusan subsidi listrik daya tertentu secara bertahap. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak hal-hal teknis dan kebiasaan sehari-hari kita yang secara langsung atau pun tidak berpengaruh terhadap besarnya tagihan listrik bulanan rumah kita.
Nah, dalam postingan kali saya akan berbagi beberapa kebiasaan yang berpotensi menurunkan tagihan listrik di rumah kita. Apa saja itu? Berikut adalah beberapa diantaranya.

Pertama: Mencabut Stop Kontak Utama Ketika Peralatan Elektronik yang Tersambung Tidak Dipakai

Mungkin terkesan sederhana ya? Cuma mencabut stop kontak peralatan elektronik ketika sedang tidak dipakai. Misalnya mencabut stop kontak terminal utama ke peralatan elektronik seperti TV, DVD, kipas angin, dan lain sebagainya pada malam hari sebelum kita dan keluarga berangkat tidur. Namun ternyata pengaruhnya sangat besar lho! Ngak percaya? Coba aja dipraktekkan, kemudian buktikan hasilnya.
Saya mendapatkan tips ini status facebook-nya mbak Dian Kristiani (DK). Beberapa bulan yang lalu beliau menshare pengalamannya mempraktekkan cara ini. Dan ternyata terbukti bisa menurunkan biaya tagihan listrik di rumahnya pada bulan tersebut. Mbak DK mengklaim angka penurunannya mencapai 100 ribu lho! Woww...mata emak-emak mana yang ngak akan terbelalak kan?
Ini nih bukti ss testimoni mbak DK
Sumber: fb Dian Kristiani
Untuk membuktikan bahwa penurunan tagihan listrik di rumahnya terjadi karena kebiasaan melepaskan stop kontak utama pada malam hari, mbak DK terus melakukan kebiasaan itu setiap hari. Hingga beberapa bulan kemudian beliau kembali posting tentang biaya tagihan listrik rumahnya seperti pada ss berikut ini:
Sumber: FB Dian Kristiani
Hmm...lumayan kan untuk menghemat pengeluaran bulanan. Yuk terapkan kebiasaan sederhana ini di rumah kita! Tidak hanya stop kontak utama, lampu dan stop kontak ke peralatan elektronik lain yang sedang tidak digunakan sebaiknya juga dimatikan atau dilepaskan. Sebab, lampu yang menyala akan terus memakan daya listrik setiap detiknya. Demikian juga stop kontak yang masih tersambung dengan sumber listrik akan terus memakan daya listrik sekalipun peralatan elektroniknya sudah dimatikan.

Kedua: Menyetrika Pakaian Secara Borongan

Menyetrika merupakan salah satu aktivitas yang banyak menggunakan daya listrik. Semakin sering menyetrika dalam sebulan maka daya listrik yang terpakai akan semakin besar. Dan aktivitas ini berpengarus positif terhadap peningkatan tagihan listrik bulanan. Apalagi jika Anda memiliki kebiasaan menyetrika setiap pagi sebelum berangkat kerja. Wah, ini bisa memakan daya listrik yang ampun ampunan.
Coba deh kumpulkan pakaian yang belum disetrika dalam satu keranjang. Setiap hari tumpuk pakaian yang belum disetrika di keranjang tersebut. Buat jadwal hari khusus untuk nyetrika dalam seminggu. Hari ahad misalnya. Nah, setrika semua pakaian secara borongan pada hari tersebut.

Ketiga: Membayar Tagihan Listrik Sebelum Tanggal 20 Setiap Bulannya

Hayoo ngaku biasanya tanggal berapa bayar tagihan listrik tiap bulan? Tahu ngak sih, batas pembayaran tagihan listrik tiap bulannya adalah tanggal 20. Jika, melewati tanggal tersebut maka pelanggan akan dikenai denda setiap harinya. Adapun besarnya denda keterlambatan pembayaran per hari berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Memang sih ngak terlalu besar dendanya per hari. Tapi kalau terus ditumpuk pastinya akan besar juga kan.
Dengan membayar tagihan listrik tepat waktu tentunya jauh lebih hemat dari pada harus membayar denda kan?
Oh ya,  untuk cek dan bayar tagihan listrik setiap bulannya sekarang jauh lebih mudah lho. Bisa melalui aplikasi pulsagram dari smartphone kita. Jika Anda belum memiliki aplikasinya, silahkan download aplikasinya di play store atau klik link downloadnya di sini.
Sumber: Pulsagram
Saya dan keluarga sudah hampir setahun ini menggunakan aplikasi pulsagram untuk cek tagihan listrik, bayar listrik dan isi pulsa. Alhamdulillah sangat memudahkan dan menguntungkan. Mengapa saya bilang menguntungkan? Karena selain bisa bayar listrik kapan saja dan di mana saja, saya juga bisa membantu para tetangga dan kenalan untuk bayar listrik melalui aplikasi pulsagram di smartphone saya. Dari setiap transaksi pembayaran listrik tersebut saya mendapatkan komisi sebesar Rp. 1.150 dari pulsagram. Terkadang kalau lagi ada promo, komisinya bisa lebih besar lagi lho? Serunya lagi, pulsagram sering mengadakan promo menjelang tanggal 20 setiap bulan. Nah, itu kan waktu rame-ramenya orang bayar tagihan listrik. Saldo komisi jadi makin membengkak deh.
Melalui aplikasi pulsagram saya juga bisa jualan pulsa ke tetangga, saudara dan kenalan. Tau sendiri kan, pulsa sekarang sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Hampir setiap orang yang ada di sekitar kita punya HP dan mereka pasti butuh pulsa. Nah, ini adalah peluang bagus bagi kita untuk menambah penghasilan dari jualan pulsa. Wah, tambah lagi deh pemasukan dari aplikasi ini.
Masih ada? Masih dong! Di pulsagram kita juga bisa membayar aneka tagihan lainnya. Seperti BPJS, TV kabel, cicilan finance, dan PDAM.
Tapi yang jelas bagi saya sih gabung di pulsagram sangat membantu saya bisa bayar tagihan listrik tepat waktu sehingga terhindar dari beban denda keterlambatan. Selain itu juga bisa membantu tetangga dan saudara agar lebih dekat bayar listrik. Apalagi di tempat saya, loket pembayaran listrik jauh di kota kecamatan. Jadi alhamdulillah, aplikasi pulsagram sangat bermanfaat tidak hanya bagi kami sekeluarga tapi juga bagi orang-orang di sekitar kami.
Oh ya, klo kamu tertarik juga bisa loh download aplikasinya di sini. Informasi tentang pulsagram bisa cek di sini. Klo butuh bantuan dan tanya-tanya tentang pulsagram inbox saya aja ya!
Uppss.. kok jadi kepanjangan ya? Hehe... Balik ke topik awal, ya itulah 3 kebiasaan ampuh untuk menurunkan tagihan listrik bulanan. Sederhana kan? Dan sangat mungkin kita lakukan di rumah. Hanya saja terkadang kita lalai untuk melakukannya sehingga tagihan listrik rumah kita terkadang melonjak ampun-ampunan.
Tips ini tidak ada gunanya kalo cuma dibaca ya dear? Mau dapat buktinya, silahkan terapkan tips ini di rumah kita masing-masing. Selamat mencoba!

Merancang Design Pembelajaran

Berhubung Gdrive gagal terus ngunduh data, baik saya posting di sini saja. Belajar bagamana caranya belajar. Demikian materi yang diterim...