Wednesday, 9 May 2018

Mempersiapkan Diri Menghadapi Berbagai Perbedaan dalam Pernikahan



Suatu ketika dalam sebuah lingkaran beraroma surga, seorang sahabat curhat tentang kondisi rumah tangganya yang sudah berada di gerbang perpisahan. Secara ekonomi mereka adalah keluarga yang sangat mapan. Usia pernikahan pun boleh dibilang tidak lagi muda. Anak-anak mereka sudah beranjak remaja. Rasanya sudah tidak sedikit waktu yang dijalani bersama menyelami berbagai perbedaan yang ada. Namun ternyata, usia pernikahan, kemapanan materi tidak menjamin pernikahan akan selalu langgeng.
Sumber: Dokpri

Sementara saya di sini, sebagai perempuan single yang belum menapaki kehidupan berumah tangga.Tidak jarang mendengar berbagai permasalahan rumah tangga para sahabat yang sudah lebih dahulu menjalani biduknya. Sedikit banyak hal tersebut menjadi pengingat tersendiri bagi saya bahwa kehidupan berumah tangga tidak selalu dihiasi dengan romantisme dan keindahan semata. Ada begitu banyak problem yang akan muncul disebabkan perbedaan karakter, cara berpikir dan keinginan yang mungkin ada. Bagaimana menyikapi semua itu? Tentunya dibutuhkan seni, ilmu dan kelapangan hati dari kedua belah pihak. Kuncinya terus belajar dan berproses menjadi lebih baik.

Sebagai perempuan single, tentu saja saya juga punya mimpi untuk membina rumah tangga yang sakinah bersama pasangan. Perempuan mana sih yang tidak mau menikah? Hmm..sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab.

Sekalipun hingga detik ini saya belum mampu mengintip takdir Allah untuk akhir penantian ini. Namun, yang saya tau saya hanya perlu terus berbenah. Mempersiapkan diri menghadapi berbagai perbedaan dalam pernikahan kelak. Saya harus mempersiapkan mental dan ilmu yang mumpuni. 

Belajar banyak dari kisah perjalanan pernikahan para sahabat dan orang-orang lain yang saya temui dalam kehidupan ini. Mengambil hikmah dari semua sisi baik dan buruk kisah hidup mereka adalah cara saya untuk membekali diri agar siap menghadapi berbagai kemungkinan yang akan di hadapi saat berumah tangga kelak.

Ada sebuah quote yang cukup menarik perhatian saya ketika membaca berbagai artikel di media daring;

Pasangan terbaik adalah yang tidak selalu sepakat denganmu, yang selalu menantang cara berpikirmu, dan membawamu ke pemahaman yang lebih dalam.” (Bernard Batubara)

Siapapun pasangan yang ditakdirkan untuk kita, dia adalah sosok yang memiliki karakter dan cara pandang yang berbeda dengan kita dalam banyak hal. Satu hal yang berusaha untuk saya pahami adalah bahwa perbedaan dalam pernikahan adalah anugerah. Perbedaan itulah yang menantang kita untuk terus berproses dan tumbuh bersama pasangan menjadi lebi baik dari waktu ke waktu.

Sebagaimana pesan Bernard Batubara dalam quote-nya di atas, pasangan terbaik bukanlah dia yang selalu sepakat dengan pemikiran kita. Melainkan dia yang tidak selalu sepakat dengan kita. Dia yang selalu menantang cara berpikir kita, membimbing kita pada pemahaman baru yang lebih dalam.

Bayangkan andai kita selalu sepakat dengan pasangan, lalu di mana kesempatan untuk belajar menyelami pemikiran yang berbeda?


Note:
Tulisan ini merupakan tanggapan dari tulisan Mak Anis Khoir di web KEB berjudul Menyikapi Perbedaan dalam Pernikahan. dalam program Collaborative Blogging KEBdari Group Mira Lesmana


Sunday, 8 October 2017

Menjejali Anak SD dengan Les Tambahan?



Tema CollabBlogging pekan ketiga ini bagi saya cukup sulit yakni tentang perlu menjejali anak SD dengan les tambahan? Mengingat saya belum punya pengalaman yang mumpuni terkait hal itu. Saya belum pernah berada di posisi sebagai orang tua yang punya anak usia SD. Saya juga bukan pakar tumbuh kembang anak yang punya kapasitas untuk berbicara tentang boleh atau tidak bolehnya menjejali anak usia SD dengan les tambahan.
Les Tambahan untuk Anak SD

Namun, berhubung blog post trigger CollabBlogging group Yohana Susana yang ditulis Mbak Hanny Nursanti pekan ketiga membahas topik ini, jadi mau tidak mau saya harus menulis postingan tanggapan. Tentunya tanggapan ini adalah dari sudut pandang saya yang masih fakir ilmu. Semoga tanggapan dalam postingan ini tidak terkesan sok tau hehe....
Btw, setiap orang tua pasti punya alasan tersendiri ketika memutuskan untuk memberikan les tambahan pada anak-anaknya. Mungkin karena melihat ada anak tertinggal dalam memahami mata pelajaran tertentu, sehingga diperlukan les tambahan untuk mengejar ketertinggalan itu. Mungkin juga karena melihat ada bakat anak yang perlu support les tambahan. Atau mungkin juga karena keinginan dari si buah hati sendiri.
Menjejali anak SD dengan les tambahan menurut hemat saya sih boleh saja. Namun, sebelum memutuskan untuk menjejali anak dengan les tambahan ada baiknya kita mempertimbangkan berbagai hal. Diantaranya yaitu:

Bakat dan Minat Anak
Les tambahan yang diberikan pada anak hendaknya menunjang bakat dan minat anak. Jangan sampai kita memaksakan anak untuk mengikuti les tambahan yang tidak seiring dengan bakat dan minat mereka. Sebab, ketika kita memaksakan anak mengikuti les yang tidak diminatinya dikhawatirkan hal tersebut justru akan menjadi beban bagi mereka. Hasil yang diharapkan dari les tambahan tersebut pun tidak sesuai dengan yang diharapkan.


Waktu Istirahat dan Bermain Bagi Anak

Yap, menjejali anak dengan les tambahan dikhawatirkan merenggut waktu bermain dan istirahat anak. Nah, ini perlu menjadi pertimbangan penting bagi orang tua sebelum menjejali anak dengan berbagai les tambahan. Sudah kah kita memberikan ruang waktu bagi anak untuk bermain dan istirahat? Ingat anak bukan orang dewasa yang kuat dipressur dengan berbagai agenda. Anak juga bukan robot yang siap beroperasi sepanjang waktu. Anak adalah anak yang membutuhkan ruang dan waktu untuk bermain. Dunia mereka adalah dunia bermain. Bermain mereka adalah belajar, belajar mereka lebih mengasyikkan sambil bermain. Tidak hanya itu, anak-anak juga sebaiknya diberi waktu istirahat yang cukup.

Kemampuan Akademik Anak di Sekolah
Nah kemampuan akademik anak di sekolah juga perlu dipertimbangkan. Coba perhatikan perkembangan akademik anak di sekolah. Di mata pelajaran apa anak-anak bermasalah? Mengapa mereka bermasalah di matapelajaran tersebut? Jika memang diperlukan kita bisa memberikan les tambahan untuk anak khusus untuk mata pelajaran tersebut.

Pendapat dari Guru Anak di Sekolah
Sempatkan waktu untuk berkonsultasi dengan guru anak-anak di sekolah. Sebagaimana dimaklumi, guru adalah pihak yang selalu memantau perkembangan anak-anak kita. Ada baiknya kita meminta pendapat mereka tentang hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menunjang tumbuh kembang anak. Termasuk dalam hal memutuskan untuk memberikan les tambahan bagi anak atau tidak.

Dengan kata lain sebelum menjejali anak dengan les tambahan, pastikan bahwa kita sudah mengenal kebutuhan anak dengan baik. Pastikan bahwa keputusan kita memberikan les tambahan adalah keputusan yang tepat. Tidak hanya sekedar gengsi atau mengikuti tren yang sedang berkembang. Akan tetapi benar-benar mampu melejitkan bakat, minat dan kemampuan akademik anak. Selain itu, les tambahan jangan sampai menjadi beban bagi anak. Melainkan menjadi kegiatan yang disenangi dan diikuti oleh anak dengan penuh semangat.


Note:
Tulisan ini merupakan tanggapan dari tulisan Mbak Hanny Nursanti di web KEB berjudul Anak SD Dijejali Banyak Les? dalam program Collaborative Blogging KEB Grup Yohana Susana


Wednesday, 13 September 2017

Taman Kota, Ruang Publik yang Dirindukan!



Tidak berbeda jauh dengan kota-kota besar, Ruang Terbuka Hijau juga mulai sulit ditemukan di kota-kota kecil seperti kota kecamatan. Peranap salah satu contohnya. Peranap merupakan salah satu Ibu Kota Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu. Sepanjang jalan kita bisa melihat bangunan-bangunan yang berjejer semakin rapat. Rumah dan ruko terus bertambah setiap waktunya. Beruntung di sudut-sudut kota kita masih bisa menemukan pemandangan hijau perkebunan berupa hamparan perkebunan karet dan semak-semak. Halaman rumah warga rata-rata masih luas dan bisa menjadi arena bermain dan berinteraksi yang nyaman bagi anak-anak.
www.kompas.com
 Meskipun demikian menurut hemat saya kota kecamatan pun perlu mempertimbangkan keberadaan taman kota sebagai salah satu ruang publik bagi warganya. Sebab, seiring waktu ruang terbuka dan halaman-halaman yang luas tersebut akan kalah oleh pertumbuhan bangunan-bangunan baru. Kondisi ini jelas semakin mempersempit ruang terbuka hijau yang nyaman untuk sarana interaksi warga.
Taman kota pada dasarnya tidak sekedar ruang terbuka hijau. Taman kota yang ideal seharusnya mampu menjadi sarana rekreasi, edukasi dan sosialisasi yang nyaman bagi warganya. Menanggapi tulisan Mbak Monda Siregar yang berjudul Taman Kota, Ruang Publik untuk Semua, berikut saya ingin menjabarkan beberapa kriteria taman kota idaman versi saya:


  • 1.       Ditumbuhi oleh aneka tanaman

Bukan taman namanya jika di sana tidak terdapat aneka tanaman indah yang sedap dipandang mata. Tanaman hias dengan beraneka rupa dan jenis, tidak sekedar untuk memperindah taman. Namun juga bertujuan sebagai sarana edukasi untuk anak-anak. Di sini orang tua bisa memperkenalkan aneka jenis tanaman hias dan tanaman pelindung pada anak-anak mereka. Selain itu keberadaaan tanaman hias juga akan mengundang kehadiran serangga yang berterbangan dari tanaman satu ke tanaman lain. Seperti kupu-kupu, capung, lebah, dan jenis serangga penghisap madu lainnya. Anak-anak pun bisa belajar langsung dari alam tentang ekosistem, morfologi tanaman, ekologi tanaman, daur hidup dan lain sebagainya.

  • 2.       Terdapat pohon pelindung dan tempat duduk yang cukup
Penanaman Pohon Pelindung

Sebagai tempat interaksi yang nyaman bagi warga taman kota hendaknya memiliki tempat duduk yang teduh, terlindung dari sinar matahari langsung. Untuk itu, taman kota perlu memiliki tempat duduk yang memadai di setiap sudut taman. Agar warga yang berkunjung di sana bisa duduk-duduk santai bercengkrama dengan sesama atau sekedar menikmati keindahan taman. Disamping itu, keberadaan pohon pelindung yang memadai juga penting. Terutama untuk menjaga agar udara taman tetap nyaman, melindungi dari terik matahari langsung dan menyerap polusi udara dari lingkungan.

  • 3.       Ada fasilitas bermain dan belajar bagi anak-anak
Fasilitas Bermain anak
Taman kota baiknya ramah anak. Selain nyaman juga disertai dengan berbagai fasilitas permainan anak. Seperti ayunan, perosotan, dan lain-lain. Keberadaan fasilitas bermain ini dimaksudkan agar anak-anak tetap riang bermain tanpa mengganggu tanaman yang ada di sana.

  • 4.       Ada fasilitas tong sampah

Tong sampah adalah fasilitas yang wajib ada di taman kota. Sebab, setiap pengunjung yang berkunjung ke sini tidak jarang membawa makanan yang selalu menyisakan sampah. Keberadaan tong sampah menjadi edukasi bagi masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya. Meski sudah menjadi rahasia umum, kesadaran masyarakat kita untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah.

  • 5.       Ada toilet umum yang memadai

Di setiap ruang publik memang keberadaaan toilet umum ini sangat dibutuhkan. Keinginan membuang hajat bisa timbul di mana saja dan kapan saja. Termasuk saat bersantai di taman kota. Sebab itu, untuk kenyamanan pengunjung taman kota sebaiknya dilengkapi dengan toilet umum yang memadai.

  • 6.       Tanaman dan fasilitas taman tertata dengan baik

Salah satu daya tarik taman kota adalah keindahan dan kenyamanannya. Semua itu tidak bisa tercipta hanya dengan keberadaan aneka tanaman hias, pohon pelindung dan fasilitas publiknya saja. Akan tetapi juga perlu ditunjang dengan penataan yang baik. Aneka tanaman hias perlu ditata sedemikian rupa sehingga indah di pandang mata. Demikian juga dengan berbagai fasilitas publik yang ada, ditempatkan pada tempat yang semestinya. Jika ditata dengan baik maka setiap benda yang ada di taman akan mempercantik taman. Sebaliknya, jika tidak tertata dengan baik, setiap
Kota identik dengan daerah pemukiman padat penduduk. Sementara taman identik dengan keindahan dan kenyamanannya. Sebagaimana surga selalu dikiaskan sebagai tempat yang dipenuhi taman-taman yang indah. Ya, taman kota adalah teras surga yang tersembunyi dalam keriuhan suasana kota. Kehadiran taman di tengah-tengah perkotaan menjadi keharusan. Sebab, meski tak terucap, taman kota adalah ruang publik yang dirindukan oleh seluruh warga kota.

Mempersiapkan Diri Menghadapi Berbagai Perbedaan dalam Pernikahan

Suatu ketika dalam sebuah lingkaran beraroma surga, seorang sahabat curhat tentang kondisi rumah tangganya yang sudah berada di gerbang...