Friday, 19 May 2017

Menjemput Ilmu dengan Adab [NHW #1 MIIP Batch 4]

Barangsiapa menimba ilmu semata-mata ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya. Namun, barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan bermanfaat baginya.” (Tim Matrikulasi IIP)

Suatu kebahagiaan tersendiri bisa mengikuti program matrikulasi IIP Batch 4 ini. Dari awal saya sudah bisa merasakan bagaimana nikmatnya menyeruput ilmu dan berkumpul dengan ibu-ibu luar biasa dalam program matrikulasi batch #4. Saya pecinta ilmu. Menyeruput ilmu dan berkumpul dengan para pecinta ilmu adalah kenikmatan tersendiri bagi saya. Berada dalam sebuah komunitas yang di dalamnya membicarakan ide dan ilmu bagaikan bertamasya di taman-taman surga.

Namun tahukah Anda? Ternyata kecintaan saya pada ilmu, kegemaran saya menuntut ilmu dan kebagiaan saya berkumpul dengan para pecinta ilmu langsung mendapat sentilan pada materi 1 program matrikulasi ini.

Materi yang disampaikan pada minggu pertama program matrikulasi IIP Batch #4 ini adalah ‘Adab Menuntut Ilmu’. Kutipan di awal tulisan ini merupakan salah satu quote yang menampar hati kecil saya. Quote favorit yang langsung mencuri perhatian dan membuat saya berfikir dan kembali bertanya pada diri sendiri, apa sih tujuan saya mencari ilmu selama ini? Saya begitu senang mengikuti berbagai majlis ilmu dari dulu. Mencari ilmu adalah salah satu hobi yang menjadi candu bagi saya. Dari yang gratisan hingga berbayar, offline ataupun online, melalui lembaga formal hingga non formal pernah saya ikuti. Namun, dari semua itu seberapa banyak sih yang sudah benar-benar saya amalkan?

Masya Allah, saya benar-benar merasa ditampar bolak-balik. Apa yang saya harapkan dari kegemaran menuntut ilmu ini? Apakah hanya sekedar kebanggaan agar dikenal sebagai orang yang berilmu? Nauzubillah!


Adab Sebelum Ilmu, Haruskah?


Ya, haruskah menjemput ilmu dengan adab? Melalui materi 1 matrikulasi ini saya diingatkan pentingnya menjaga adab dalam menuntut ilmu. Memang sih, adab tidak menentukan banyak sedikitnya ilmu yang dapat kita serap dalam proses belajar. Akan tetapi, adab berpengaruh terhadap keberkahan ilmu tersebut bagi diri kita.

Adab dalam menuntut ilmu di sini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu adab terhadap diri sendiri, adab terhadap penyampai ilmu dan adab terhadap sumber ilmu. Salah satu hal yang menarik bagi saya adalah adab terhadap sumber ilmu. Di sini saya diingatkan untuk memperlakukan sumber ilmu dengan baik, meskipun sumber ilmu tersebut bukan mahluk hidup. Contohnya buku. Selama ini saya terbiasa meletakkan buku yang sedang saya pelajari di mana saja. Terkadang di meja bahkan di lantai. Padahal, salah satu adab terhadap sumber ilmu adalah tidak meletakkan atau memperlakukan sumber ilmu (buku) tersebut sembarangan.


Amal Sebagai Bukti Keberkahan Ilmu

Satu hal yang saya pahami dari materi ‘Adab Menuntut Ilmu’ ini adalah bukan banyaknya ilmu yang membuat kita mulia. Kemuliaan akan lahir dari setiap ilmu yang mampu diamalkan. Amal adalah buah ilmu yang tampak dan memberi manfaat bagi kehidupan. So, jangan bangga dengan banyaknya ilmu yang sudah dimiliki. Karena ilmu adalah amanah yang akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat. Akan tetapi berbahagialah ketika mampu mengamalkan setiap ilmu yang dimiliki. Karena di sanalah letak keberkahan ilmu. Setiap ilmu yang berhasil diamalkan akan membuka pintu-pintu ilmu yang lain. Sehingga, ilmu yang kita miliki akan semakin berkembang dan bermanfaat.


Nice Home Work #1 MIIP Batch 4

Akhirnya sampailah pada Nice Home Work (NHW) #1 Matrikulasi IIP Batch 4. Ada empat pertanyaan yang diajukan oleh Tim Fasilitator Matrikulasi IIP Batc 4 ini, meliputi: jurusan ilmu yang ditekuni, alasan memilih jurusan tersebut, strategi menuntut ilmu, dan perubahan sikap apa yang akan diperbaiki dalam menuntut ilmu tersebut.

Sejatinya, ada banyak bidang ilmu yang ingin saya kuasai. Basic saya pertanian dan sangat menyenangi ilmu bercocok tanam. Di lain sisi saya juga punya minat yang besar pada dunia literasi dan hobi internetan. Saya gemar membaca dan sangat senang menulis. Memiliki expert di bidang literasi adalah salah satu impian yang terus saya tanamkan sejak kecil hingga saat ini. Jadi, di sini saya memutuskan untuk menekuni jurusan ini ke depannya.

Alasannya? Banyak alasan kuat mengapa saya ingin menekuni dunia literasi, diantaranya:

1.      Membaca dan menulis adalah hobi saya.

2.      Saya tidak ahli berbicara, karenanya saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki pada orang lain melalui setiap karya tulis yang saya hasilkan.

3.      Salah satu doa yang selalu saya lantunkan adalah saya berharap Allah ridho menjadikan dunia literasi sebagai ladang dakwah dan maisyah bagi saya.

Adapun strategi menuntut ilmu yang saya terapkan diantaranya:

1.      Bergabung dalam komunitas menulis, saat ini masih komunitas menulis online.

2.      Mengikuti training menulis online dan offline.

3.      Mengikuti berbagai lomba menulis.

4.      Terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.

5.      Berlatih menulis 15 menit setiap hari.

Sikap menunjukkan seberapa baik adab kita dalam menuntut ilmu. Jadi, perubahan sikap merupakan hal yang mutlak dilakukan agar ilmu yang diperoleh berkah. Dan, berikut adalah lima perubahan sikap yang saya prioritaskan dalam menuntut ilmu:

1.      Tidak memperlakukan atau meletakkan sumber ilmu berupa buku sembarangan.

2.      Bertekad untuk meninggalkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.

3.      Fokus hanya mengikuti satu training menulis dalam satu waktu.

4.      Lebih terbuka dan berbesar hati menerima kritikan.

5.      Mempelajari ilmu hingga tuntas, tidak setengah-setengah.

Menuntut ilmu adalah sebuah ikhtiar panjang untuk terus memperbaiki diri. Tidak ada kata selesai untuk belajar. Sebagaimana Rasul Saw mengajarkan pada kita bahwa menuntut ilmu itu sepanjang hayat. Dari buaian hingga ke liang lahat. Karenanya, memperhatikan adab dalam menjemput ilmu menjadi landasan pacu kita dalam berlari menuntut ilmu. Agar ilmu yang diperoleh berkah dan memberi kebermanfaatan bagi diri, keluarga, lingkungan dan ummat. Baik di dunia maupun di akhirat kelak.


Tuesday, 25 April 2017

3 Kebiasaan Ini Ampuh Menurunkan Tagihan Listrik di Rumah


Beranda facebook awal bulan ini diramaikan oleh celotehan emak-emak yang kaget ketika mengetahui tagihan listrik mereka naik drastis dari biasanya. Ada yang mengaku tagihan listriknya naik mencapai dua kali lipat. Wow.. sangat fantastis. Emak-emak mana yang nggak akan ngomel kan? Hehe... 😜
Memang sih kenaikan tarif listrik belakangan ini dipicu oleh Tarif Dasar Listrik yang naik dan penghapusan subsidi listrik daya tertentu secara bertahap. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak hal-hal teknis dan kebiasaan sehari-hari kita yang secara langsung atau pun tidak berpengaruh terhadap besarnya tagihan listrik bulanan rumah kita.
Nah, dalam postingan kali saya akan berbagi beberapa kebiasaan yang berpotensi menurunkan tagihan listrik di rumah kita. Apa saja itu? Berikut adalah beberapa diantaranya.

Pertama: Mencabut Stop Kontak Utama Ketika Peralatan Elektronik yang Tersambung Tidak Dipakai

Mungkin terkesan sederhana ya? Cuma mencabut stop kontak peralatan elektronik ketika sedang tidak dipakai. Misalnya mencabut stop kontak terminal utama ke peralatan elektronik seperti TV, DVD, kipas angin, dan lain sebagainya pada malam hari sebelum kita dan keluarga berangkat tidur. Namun ternyata pengaruhnya sangat besar lho! Ngak percaya? Coba aja dipraktekkan, kemudian buktikan hasilnya.
Saya mendapatkan tips ini status facebook-nya mbak Dian Kristiani (DK). Beberapa bulan yang lalu beliau menshare pengalamannya mempraktekkan cara ini. Dan ternyata terbukti bisa menurunkan biaya tagihan listrik di rumahnya pada bulan tersebut. Mbak DK mengklaim angka penurunannya mencapai 100 ribu lho! Woww...mata emak-emak mana yang ngak akan terbelalak kan?
Ini nih bukti ss testimoni mbak DK
Sumber: fb Dian Kristiani
Untuk membuktikan bahwa penurunan tagihan listrik di rumahnya terjadi karena kebiasaan melepaskan stop kontak utama pada malam hari, mbak DK terus melakukan kebiasaan itu setiap hari. Hingga beberapa bulan kemudian beliau kembali posting tentang biaya tagihan listrik rumahnya seperti pada ss berikut ini:
Sumber: FB Dian Kristiani
Hmm...lumayan kan untuk menghemat pengeluaran bulanan. Yuk terapkan kebiasaan sederhana ini di rumah kita! Tidak hanya stop kontak utama, lampu dan stop kontak ke peralatan elektronik lain yang sedang tidak digunakan sebaiknya juga dimatikan atau dilepaskan. Sebab, lampu yang menyala akan terus memakan daya listrik setiap detiknya. Demikian juga stop kontak yang masih tersambung dengan sumber listrik akan terus memakan daya listrik sekalipun peralatan elektroniknya sudah dimatikan.

Kedua: Menyetrika Pakaian Secara Borongan

Menyetrika merupakan salah satu aktivitas yang banyak menggunakan daya listrik. Semakin sering menyetrika dalam sebulan maka daya listrik yang terpakai akan semakin besar. Dan aktivitas ini berpengarus positif terhadap peningkatan tagihan listrik bulanan. Apalagi jika Anda memiliki kebiasaan menyetrika setiap pagi sebelum berangkat kerja. Wah, ini bisa memakan daya listrik yang ampun ampunan.
Coba deh kumpulkan pakaian yang belum disetrika dalam satu keranjang. Setiap hari tumpuk pakaian yang belum disetrika di keranjang tersebut. Buat jadwal hari khusus untuk nyetrika dalam seminggu. Hari ahad misalnya. Nah, setrika semua pakaian secara borongan pada hari tersebut.

Ketiga: Membayar Tagihan Listrik Sebelum Tanggal 20 Setiap Bulannya

Hayoo ngaku biasanya tanggal berapa bayar tagihan listrik tiap bulan? Tahu ngak sih, batas pembayaran tagihan listrik tiap bulannya adalah tanggal 20. Jika, melewati tanggal tersebut maka pelanggan akan dikenai denda setiap harinya. Adapun besarnya denda keterlambatan pembayaran per hari berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Memang sih ngak terlalu besar dendanya per hari. Tapi kalau terus ditumpuk pastinya akan besar juga kan.
Dengan membayar tagihan listrik tepat waktu tentunya jauh lebih hemat dari pada harus membayar denda kan?
Oh ya,  untuk cek dan bayar tagihan listrik setiap bulannya sekarang jauh lebih mudah lho. Bisa melalui aplikasi pulsagram dari smartphone kita. Jika Anda belum memiliki aplikasinya, silahkan download aplikasinya di play store atau klik link downloadnya di sini.
Sumber: Pulsagram
Saya dan keluarga sudah hampir setahun ini menggunakan aplikasi pulsagram untuk cek tagihan listrik, bayar listrik dan isi pulsa. Alhamdulillah sangat memudahkan dan menguntungkan. Mengapa saya bilang menguntungkan? Karena selain bisa bayar listrik kapan saja dan di mana saja, saya juga bisa membantu para tetangga dan kenalan untuk bayar listrik melalui aplikasi pulsagram di smartphone saya. Dari setiap transaksi pembayaran listrik tersebut saya mendapatkan komisi sebesar Rp. 1.150 dari pulsagram. Terkadang kalau lagi ada promo, komisinya bisa lebih besar lagi lho? Serunya lagi, pulsagram sering mengadakan promo menjelang tanggal 20 setiap bulan. Nah, itu kan waktu rame-ramenya orang bayar tagihan listrik. Saldo komisi jadi makin membengkak deh.
Melalui aplikasi pulsagram saya juga bisa jualan pulsa ke tetangga, saudara dan kenalan. Tau sendiri kan, pulsa sekarang sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Hampir setiap orang yang ada di sekitar kita punya HP dan mereka pasti butuh pulsa. Nah, ini adalah peluang bagus bagi kita untuk menambah penghasilan dari jualan pulsa. Wah, tambah lagi deh pemasukan dari aplikasi ini.
Masih ada? Masih dong! Di pulsagram kita juga bisa membayar aneka tagihan lainnya. Seperti BPJS, TV kabel, cicilan finance, dan PDAM.
Tapi yang jelas bagi saya sih gabung di pulsagram sangat membantu saya bisa bayar tagihan listrik tepat waktu sehingga terhindar dari beban denda keterlambatan. Selain itu juga bisa membantu tetangga dan saudara agar lebih dekat bayar listrik. Apalagi di tempat saya, loket pembayaran listrik jauh di kota kecamatan. Jadi alhamdulillah, aplikasi pulsagram sangat bermanfaat tidak hanya bagi kami sekeluarga tapi juga bagi orang-orang di sekitar kami.
Oh ya, klo kamu tertarik juga bisa loh download aplikasinya di sini. Informasi tentang pulsagram bisa cek di sini. Klo butuh bantuan dan tanya-tanya tentang pulsagram inbox saya aja ya!
Uppss.. kok jadi kepanjangan ya? Hehe... Balik ke topik awal, ya itulah 3 kebiasaan ampuh untuk menurunkan tagihan listrik bulanan. Sederhana kan? Dan sangat mungkin kita lakukan di rumah. Hanya saja terkadang kita lalai untuk melakukannya sehingga tagihan listrik rumah kita terkadang melonjak ampun-ampunan.
Tips ini tidak ada gunanya kalo cuma dibaca ya dear? Mau dapat buktinya, silahkan terapkan tips ini di rumah kita masing-masing. Selamat mencoba!

Wednesday, 19 April 2017

Mendongeng Sebelum Tidur, Masih Perlukah?


Mendongeng sebelum tidur? Istilah ini terkesan kurang kekinian ya? Hehe.. By the way, sebenarnya tidak begitu penting masih kekinian atau tidak tradisi ini. Adapun yang penting diketahui adalah apa sih manfaat mendongeng sebelum tidur?
sumber gambar: www.health.detik.com
Jadi, sebelum menjawab pertanyaan di judul artikel ini mari kita ketahui dulu manfaat penting mendongeng sebelum tidur. Jika diperhatikan paling tidak ada empat manfaat mendongeng sebelum tidur, yaitu:
  1.  Mendongeng Membangun Komunikasi Akrab Orang Tua dan Anak
Dalam kegiatan mendongeng terjadi dialog efektif antara orang tua dan anak. Sebagaimana kita pahami, anak-anak memiliki rasa ingin tau yang tinggi. Mereka selalu penasaran dengan setiap informasi yang mereka tangkap. Ketika mendengar dongeng, anak akan banyak bertanya tentang cerita yang didengarnya. Orang tua pun harus menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Interaksi inilah yang akan membangun komunikasi akrab antara orang tua dan anak.
  1. Mendongeng Membangun Kedekatan Emosi Orang Tua dan Anak
Komunikasi verbal dan nonverbal terjadi dengan baik saat mendongeng. Saat mendongeng sebelum tidur, ibu dan anak berada dalam posisi yang sangat dekat. Anak berada dalam posisi berbaring, sementara orang tua duduk atau ikut berbaring di sisi anak. Terkadang orang tua mendongeng sambil mengusap kepala atau memeluk anak dengan penuh kasih sayang. Di sisi lain anak pun dengan leluasa memeluk orang tua yang sedang mendongeng. Ini adalah bentuk komunikasi non verbal yang akan mendekatkan emosi orang tua dan anak.
Komunikasi verbal sudah pasti terjadi sangat akrab antara orang tua dan anak saat mendongeng. Sebagaimana sudah kita bahas panjang lebar pada bagian pertama. Ketika mendongeng, orang tua dan anak akan terlibat tanya jawab yang akrab. Anak bertanya orang tua menjawab dan sebaliknya. Jadi, mendongeng adalah golden time yang sangat baik untuk membangun kedekatan orang tua dan anak.
  1. Mendongeng Akan Membuat Anak Tumbuh Bahagia
Mendengar dongeng sebelum tidur membuat anak tidur dengan nyaman dan aman di dekat orang tuanya. Karena sebelum tidur mereka ngobrol santai dengan orang tua. Suara terakhir yang mereka dengar sebelum tidur adalah suara orang tua. Sentuhan terakhir yang dirasakannya adalah sentuhan orang tua. Semua itu seakan memperkuat pesan bahwa orang tua sayang mereka. Hal itu akan tertanam dengan kuat di alam bawah sadar anak. Inilah yang membuat mereka merasa bahagia.
  1. Menumbuhkan Karakter Positif pada Anak
Dongeng yang didengar oleh anak sebelum tidur akan mempengaruhi pembentukan karakternya ke depan. Anak-anak yang selalu dibacakan dongeng yang mengangkat karakter positif akan tumbuh menjadi pribadi berkarakter positif. Demikian juga sebaliknya. Sebab itu, pastikan dongeng yang Anda bacakan untuk si kecil adalah dongeng-dongeng yang membangun karakter positif.

Jadi, mendongeng sebelum tidur masih perlukah?
Dengan membaca manfaat mendongeng sebelum tidur di atas, sangat jelas jawabannya. Mendongeng sebelum tidur masih sangat perlu, bahkan bisa dibilang penting. Terutama untuk perkembangan psikologis anak, kedekatan orang tua dan anak, membangun rasa nyaman,  dan menumbuhkan karakter positif pada anak sejak dini. Selain itu, mendongeng sebelum tidur adalah kebiasaan baik yang akan dikenang oleh anak hingga mereka dewasa.
Nah, ayah bunda ternyata mendongeng sangat luar biasa kan? Yuk jangan malas mendongeng tuk buah hati!

Menjemput Ilmu dengan Adab [NHW #1 MIIP Batch 4]

“ Barangsiapa menimba ilmu semata-mata ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya. Namun, barangsia...