Monday, 26 August 2013

Salon Thailand Profesional Bersertifikat Internasional, Siapa Takut?

Tema hari pertama lomba blog #10daysforASEAN ini cukup menarik, yaitu bagaimana seandainya di lingkungan kita berdiri salon Thailand yang profesional dan bersertifikat internasional? Mampukah salon-salon lokal kita bersaing di negeri sendiri?
Ya, berbicara tentang Thailand saya jadi teringat dengan berbagai produk pertanian yang dikenal dengan embel-embel Thailand di belakangnya. Salah satu diantaranya adalah beras thailand. Pengamatan saya beras thailand cukup populer di kalangan masyarakat, mengingat harganya cukup bersaing dengan kualitas yang bagus. Beberapa saat, beras Thailand sempat meranjai pasar-pasar beras di daerah bahkan sampai ke desa-desa termasuk desa saya. Namun, tidak sampai mematikan pasar beras-beras lokal yang juga tidak kalah berkualitas bagus.
Lalu, bagaimana seandainya salon-salon Thailand profesional dan bersertifikat benar-benar muncul di lingkungan kita?
Berbicara tentang salon Thailand, saya pribadi belum mengetahui layanan apa saja yang mereka tawarkan dan apa keunggulannya. Namun, ketika ada embel-embel 'profesional dan bersertifikat internasional' jelas kita bisa dipastikan salon ini memiliki keunggulan dalam hal produk layanan dan dengan dukungan tenaga profesional di bidangnya. 
Sementara, salon lokal yang ada di lingkungan kita masih memberikan pelayanan yang seadanya dengan kualitas SDM yang jauh dari kata 'profesional'.  Mampukah mereka bersaing.

Salon Lokal Tak Perlu Gentar
Melihat kasus ini, saya jadi teringat dengan cerita inspiratif dalam buku 'Setengah Isi Setengah Kosong' karya Parlindungan Marpaung. Dalam salah satu ceritanya dikisahkan tentang cara nelayan Jepang untuk memperpanjang usia ikan tangkapannya. Mengingat, orang-orang Jepang merupakan penggemar ikan-ikan segar hasil tangkapan. Bagi mereka ikan segar jauh lebik enak dibandingkan ikan-ikan yang sudah dibekukan.
Agar ikan hasil tangkapan mereka tidak segera mati, mereka memberikan treatment, yaitu dengan memasukkan anak ikan paus ke dalam bak penampungan ikan tersebut. Kehadiran anak ikan paus ini menyebabkan ikan-ikan yang ada dalam bak penampungan tersebut selalu bergerak, lari menghindar dari tangkapan anak ikan paus.
Ternyata, aktivitas gerak aktif dari ikan-ikan ini membuat ikan tetap segar dan tidak mati lemas. Padahal, jika ikan-ikan tersebut dibiarkan tanpa memberikan 'tantangan' mereka akan mati lemas di dalam bak penampungan tersebut sebelum kapal nelayan sampai ke pinggir pantai.
Nah, saya melihat demikian juga halnya dengan kehadiran salon-salon Thailand profesional dan bersertifikat internasional ini di lingkungan kita. Mungkin, pada awalnya akan menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran di kalangan pemilik salon-salon lokal. Mereka khawatir, salon-salon Thailand ini akan menggusur eksistensi mereka sebagai salon pilihan konsumen.
Kehadiran salon-salon Thailand ini akan mengeluarkan salon-salon lokal dari zona nyaman mereka. Dan, menurut saya ini adalah sinyal bagi salon-salon lokal untuk mulai bergerak lebih aktif dan kreatif. Agar tetap bisa survive ketika keluar dari zona nyaman tersebut.
Kehadiran salon-salon Thailand ini ibarat anak ikan paus yang mengejar ikan-ikan dalam bak penampungan nelayan Jepang tersebut. Ia memang menjadi ancaman yang menakutkan bagi ikan-ikan tangkapan tersebut. Akan tetapi kehadirannya justru melahirkan stimulus bagi ikan-ikan tanggapan agar terus bergerak dan bergerak. Sehingga ikan-ikan tersebut tetap segar dan tidak segera mati lemas berdesak-desakan dalam bak penampungan.
Demikian juga halnya dengan kehadiran salon Thailand ini. Salon-salon Thailand ini ibarat anak ikan paus bagi salon-salon lokal. Kehadirannya merupakan ancaman sekaligus tantangan bagi salon-salon lokal. Tantangan ini yang akan menggerakkan pemiliki salon untuk mengupgrade kualitas layanan merekan. Menghadirkan produk layanan khusus yang menjadi keunggulan salon mereka. Dan memberikan layanan-layanan kemudahan yang memanjakan konsumen. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah dengan menghadirkan tenaga-tenaga profesional yang terlatih. Tidak lagi mengandalkan tenaga-tenaga yang bekerja asal bisa

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Menjejali Anak SD dengan Les Tambahan?

Tema CollabBlogging pekan ketiga ini bagi saya cukup sulit yakni tentang perlu menjejali anak SD dengan les tambahan? Mengingat saya be...