Sunday, 22 February 2015

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 
Di lain waktu kamu sedang galau, tiba-tiba Allah menggerakkan kakimu untuk mendatangi seorang sahabat. Setelah ngobrol panjang lebar, tiba-tiba entah dari mana awalnya terselip di obrolan tersebut kata-kata yang mampu mengobati kegalauanmu.
Atau, suatu ketika kamu sedang gundah, tiba-tiba masuk sebuah pesan dari sahabat lama di inbox HP-mu yang isinya mampu menghalau semua gundah yang ada.
Pernahkah kamu mengalami hal-hal seperti di atas? Saya sering! Terkadang saya sering takjub dengan kenyataan-kenyataan seperti itu. Kok bisa pas ya? Rasanya mustahil materi yang disampaikan di acara itu dipersiapkan khusus untuk saya. Tapi kok bisa pas seperti itu. Rasanya mustahil sahabat lama saya tahu kondisi hati saya saat ini. Padahal orang-orang yang ada di sekeliling saya saja tidak tahu. Tapi kok ya justru dia yang mengirimkan pesan spesial yang sangat ngena di hati. 
Ya, mungkin inilah bagian dari rahasia Allah yang Maha Mengetahui setiap lintasan hati hamba-Nya. Dia ingin menghibur kita dengan cara-Nya yang tak terduga.
Saya yakin dan percaya bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita adalah atas kehendak Allah. Semua kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan dalam hidup ini adalah buah dari doa panjang dan secuil amal sholeh yang kita lakukan.
Saya yakin, sesuatu yang saya anggap kebetulan itu adalah cara Allah menghibur saya dengan cara yang sangat lembut dan indah. Ketika saya punya masalah Allah dengan Rahman dan Rahimnya menuntun kaki saya untuk mendatangi orang dan tempat yang tepat. Melalui lisan orang-orang pilihan tersebut Allah menghibur saya, menasehati saya dan memberi jawaban atas masalah-masalah saya. Melalui lisan mereka, saya merasa Allah sedang berbicara secara pribadi dengan saya. Sangat dekat, sangat ngena, terkadang membuat saya tak mampu menahan bulir bening mengalir di sudut mata. Ya Allah kasih sayang-Mu sungguh nyata. Nikmat-Mu yang mana lagi yang pantas aku dustakan.
Saya juga yakin dan percaya Allah yang Maha Pengasihlah yang menuntun hati dan lisan orang-orang pilihan tersebut untuk memberikan materi yang tepat. Sebagaimana halnya Dia juga yang menguatkan langkah saya untuk menghadiri majlis itu. Sehingga, majlis yang penuh dengan keberkahan tersebut menjadi majlis yang sangat berarti. Kembali menguatkan hati-hati yang lemah.
Demikian juga halnya dengan pesan penuh nasehat yang masuk dalam inbox handphone pada waktu yang tepat. Saya yakin, Allah lah yang telah menuntun tangan dan hati pemiliknya untuk mengetik pesan dan mengirimkannya pada orang yang tepat. Karena Allah sebaik-baik pembuat skenario kehidupan. 
Karenanya, La Tahzan wahai hati-hati yang lemah. Berbaik sangkalah pada-Nya. Karena Allah Tuhan yang Maha Pemurah, mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di sudut hati. Berbaik sangkalah pada-Nya, karena sungguh Dia sesuai dengan persangkaan hamba-Nya.

#Nasehat Spesial untuk Diri 

4 comments:

  1. sering banget gitu mak, bahkan kata-kata indahnya selalu terngiang-ngiang.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, indah banget ya mbak. Thanks mb Enci udah mampir dan menyempatkan waktu membaca celoteh sy :)

      Delete
  2. Cara Allah menyayangi kita memang unik ya Mak. Unpredictable pokoknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mb @vhoy, Allah selalu memberi kt kejutan yg tak terduga. trimksh sdh mampir dan meluangkan waktu utk membaca :)

      Delete

Tinggalkan Komen Ya!

Menjejali Anak SD dengan Les Tambahan?

Tema CollabBlogging pekan ketiga ini bagi saya cukup sulit yakni tentang perlu menjejali anak SD dengan les tambahan? Mengingat saya be...