Wednesday, 29 April 2015

#BeraniLebih Banyak Mencoba untuk Mewujudkan Mimpi Orang-orang Tersayang

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba melakukan sambung pucuk untuk tanaman bougenvil si Emak. Ceritanya, si Emak lagi senang-senangnya merawat tanaman hias, termasuk bunga bougenvil. Bunga bougenvil akan lebih cantik jika disambung atau okulasi dengan tanaman bugenvil lain yang memiliki bentuk dan warna berbeda. Hal itulah yang mendorong Emak meminta saya membuat sambung pucuk untuk tanaman bougenvil.
Sambung pucuk adalah salah satu teknik pembiakan vagetatif pada tanaman. Tidak terlalu sulit jika kita sudah mengetahui tekniknya. Berbekal sedikit pengalaman pernah melakukan teknik sambung pucuk ketika duduk di bangku sekolah dan kuliah saya pun memenuhi permintaan Emak.
Karena sudah lama tidak memprakterkkan ilmu ini, sambung pucuk pertama yang saya lakukan gagal. Bagian tanaman yang disambungkan layu dan mati setelah disambungkan. Namun saya belum menyerah. Saya mencoba melakukan sambung pucuk pada pucuk yang lain. Hasilnya masih sama, bagian yang disambungkan tetap saja layu dan mati. Saya masih mencoba beberapa kali lagi, namun tetap belum memberikan hasil yang menggembirakan.

Pucuk Layu dan Busuk Setelah Satu Minggu
Saya mulai jengkel dan ingin menyerah saja. “Mendingan beli aja di tempat pembibitan bunga” pikir saya waktu itu.
Namun, tiba-tiba saya teringat bahwa Thomas Alfa Edison melakukan lebih dari 99 kali percobaan hingga akhirnya menghasilkan satu lampu fijar yang berfungsi. Coba seandainya dia menyerah pada percobaan yang ke 99 itu. Mungkin hingga hari ini kita masih berada dalam kegelapan. Lalu, saya mencoba melihat pada kondisi saya saat itu. Percobaan sambung pucuk yang saya lakukan mungkin baru hitungan jari. Itu artinya saya baru mengalami sedikit kegagalan. Jika saya menyerah dengan kegagalan ini, berarti saya tidak akan pernah bisa untuk selamanya. Tapi, kalo saya terus mencoba, saya akan terus belajar dan memperbaiki kesalahan. Boleh jadi pada percobaan berikutnya saya berhasil.
Berkaca dari semangat Thomas Alfa Edison, saya pun memutuskan untuk #BeraniLebih Banyak Mencoba. Saya tidak boleh menyerah dengan dua, tiga kali kegagalan. Saya akan terus mencoba dan mencoba hingga kegagalan itu bosan menghampiri saya.
#BeraniLebih banyak mencoba bukan berarti mengulang-ulang sesuatu dengan cara yang sama. Akan tetapi dalam mencoba ada proses belajar. Ulangi dan perbaiki kesalahan yang ada. Try and error. Cari tau penyebab mengapa percobaan pertama, kedua dan seterusnya gagal, kemudian temukan solusinya.
#BeraniLebih Banyak Mencoba
Hingga akhirnya pada kali mencoba berikutnya, membuahkan hasil yang menggembirakan. Sambung pucuk yang saya buat tidak lagi layu. Pucuk tetap segar, meski sudah berusia satu minggu semenjak disambung. Sekitar satu minggu lagi saya kira plastik pelindungnya sudah bisa dibuka. Dan tinggal menunggu waktu, bougenvil dengan bunga warna warni dalam satu pohon akan dimiliki. 
Akhirnyaaa....Berhasil!
Senangnya bisa mewujudkan keinginan Emak untuk memiliki bunga bougenvil aneka warna. Andai saya berhenti mencoba kemarin, mungkin saya tidak akan pernah bisa mewujudkan keinginan Emak dengan tangan sendiri. Alhamdulillah saya memutuskan untuk #BeraniLebih Banyak mencoba. Sehingga bisa melukis senyum puas di wajah Emak.
So, sahabat, yuk #BeraniLebih Banyak Mencoba. Agar semakin banyak mimpi orang-orang tersayang yang berhasil diwujudkan oleh tangan kita.

Neti Suriana
Twitter: @Aura_Husna


4 comments:

  1. saya juga suka dengan bunga bougenvil mak, tapi belum pernah coba untuk sambung pucuk sendiri :D

    ReplyDelete
  2. Kalo ga berani mencoba, ga bakal tau hasilnya ya Mak ^_^

    ReplyDelete

Tinggalkan Komen Ya!

Merancang Design Pembelajaran

Berhubung Gdrive gagal terus ngunduh data, baik saya posting di sini saja. Belajar bagamana caranya belajar. Demikian materi yang diterim...