Wednesday, 15 February 2017

Inilah Alasan Mengapa Kita Harus Mengawali Setiap Aktivitas dengan Basmallah



Sumber Gambar: www.mediapustaka.com

Hai sahabat pembaca, assalamualaikum. Ngak terasa ya perjalanan waktu sudah membawa kita pada putaran tahun yang baru, tahun 2017. Ketika melihat kalender 2017, kembali dikagetnya waa udah bulan februari aja. Lebih kaget lagi ketika mengecek postingan blog ini selama satu tahun ke belakang, cuma hitungan jari doang. Ya ya ya, saya harus ngaku salah. Ngaku ngak konsisten dengan komitmen awal untuk one day one post huhu..
Dan di bulan kedua tahun 2017 ini, kembali memacu diri untuk konsisten mengisi blog ini. Menyerah dengan kemalasan diri sepertinya bukan pilihan yan tepat. Sebab itu, tidak ada pilihan lain selain kembali memecu diri untuk rajin menulis. Bukankah berkarya lewat tulisan sudah menjadi impian yang ditanam sejak lama? Bukankah migrasi ke TLD menjadi resolusi tahun ini? So, tidak ada pilihan lain selain terus melatih diri untuk terus menulis. Jangan menyerah dengan kelemahan dan kemalasan diri. Jangan sampai paket data cuma habis buat efbe-an tak jelas hehe....
Jadi,
Untuk mengawali postingan pertama di tahun 2017 ini saya ingin bercerita tentang ucapan basmallah. Sahabat pembaca yang muslim tentu tidak asing dengan ucapan basmallah bukan? Basmallah adalah salah satu kalimat thoyyibah yang lafaz-nya bismillahirrohmanirrohiimm. Ayat pertama dalam Al quran surat Al Fatihah.
Berbicara tentang ucapan basmallah saya jadi ingat masa kecil. Sejak kecil saya sudah diajarkan untuk selalu mengucapkan basmallah setiap kali mau makan atau minum. Nasehat itu saya jalankan dengan baik, sehingga tidak akan masuk sesuatu apapun ke dalam mulut sebelum mengucapkan lafaz basmallah. Rasanya ada yang kurang, tangan enggan memasukkan sesuatu ke dalam mulut jika saya belum mengucapkan basmallah.
Bismillah dulu yuk! :)
Dasar anak kecil, suatu saat saya penasaran. Emang apa sih bedanya, makan dengan baca basmallah dan tidak baca basmallah. Sehingga, suatu waktu saya pun dengan sengaja makan tanpa basmallah. Jadi, gimana rasanya? Ya sama aja hehe....
Ya, secara lahir memang tidak ada bedanya kita melakukan sesuatu dengan diawali basmallah atau tidak. Akan tetapi bagi seorang muslim, mengawali aktivitas dengan basmallah adalah sunnah rasul yang memiliki makna dan keutamaan yang besar. Sebab, bacaan bismillahirrohmanirrohim sendiri bermakna bahwa kita melakukan sesuatu dengan menyebut asma (nama) Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Jadi, paling tidak ada tiga alasan mengapa kita harus mengawali setiap aktivitas dengan ucapan basmallah!
Pertama: Sebagai Bentuk Permohonan Izin
Ucapan bismillahirrohmanirrohim sejatinya bukanlah penukar nikmat. Melainkan bentuk permohonan izin kita kepada Sang Pemiliki nikmat. Kita mengakui bahwa keberadaan kita di bumi ini hanyalah numpang. Semua nikmat yang dimiliki, sejatinya adalah milik Allah Swt. Oleh karena itu, ketika ingin menikmati dan menggunakan nikmat tersebut sudah selayaknya kita minta izin pada yang punya. Inilah alasan pertama mengapa kita perlu mengucapkan basmallah sebelum melakukan aktivitas.
Kedua: Kita Butuh Melibatkan Allah Swt dalam Setiap Ikhtiar Kita
Tidak ada yang perlu disombongkan dalam hidup ini. Sebagai mahluk kita tidak memiliki kuasa apapun, bahkan terhadap diri kita sendiri melainkan atas izin Allah juga. Jika Allah berkehendak mengambil apa yang ada pada diri kita –termasuk nyawa—saat ini juga, maka semua akan hilang dari diri kita. Sekalipun kita berupaya sekuat tenaga untuk menahannya. Sebab, tenaga yang kita punya pun sejatinya milik Allah Swt.
Mengucapkan basmallah merupakan salah satu cara untuk meruntuhkan semua ego dan kesombongan dalam diri. Mengakui akan adanya campur tangan Allah Swt dalam setiap usaha kita. Merasa diri bukan apa-apanya tanpa Allah. Oleh sebab itu dengan basmallah kita berusaha dengan penuh kesadaran untuk melibatkan Allat Swt dalam setiap ikhtiar kita.
Ketiga: Mengharapkan Ridho dan Keberkahan dari Allah Swt
Setiap urusan yang baik yang tidak diawali dengan bismillahirrohmanirrohim, maka akan terputus dari rahmat Allah.” (HR Abu Daud).
Ya, bagi seorang muslim ridho dan keberkahan dari Allah Swt merupakan hal utama yang dicari. Sebab, di sanalah kunci ketenangan dan kebahagiaan hidup dunia akhirat. Banyaknya harta belum menjamin hidup kita senang. Tinggi jabatan belum menjamin kehidupan akan bahagia. Akan tetapi ketika semua yang kita lakukan dan dapatkan mendapat ridho dan keberkahan dari Allah Swt di sanalah kebahagiaan sejati seorang muslim. Dan salah satu indikator kehidupan yang berkah adalah ketika mampu menghadirkan ketenangan lahir dan batin bagi individunya.
Nah, sudahkah sahabat mengawali aktivitas pagi ini dengan basmallah?

Menjejali Anak SD dengan Les Tambahan?

Tema CollabBlogging pekan ketiga ini bagi saya cukup sulit yakni tentang perlu menjejali anak SD dengan les tambahan? Mengingat saya be...